Sabtu, 26 Mei 2012

Wherever We Are Together That Is Home


“Hei kamu! Iya kamu MARMUT! Kenapa kamu melamun?! Nggak dengerin intruksi dari kita? Mau kita hukum?” bentak seorang kakak pengurus MOS.
“Maaf  kak, aku nggak bakal ngulangi lagi, janji deh” kata Shila sambil mengacungkan telunjuk dan jari tengah tanda meminta damai.
“Oke oke, sekarang kamu kembali ke kelas sana! Tapi sebelum kembali ke kelas, muter lapangan 5x! Cepet!!”
“Astaga, okelah kak”

“Shila, Shil, buka pintunya dong sayang?” bujuk Sari, Bunda Shila.
“Oh iya Bun, bentaran.” Kata Shila sambil berjalan menuju pintu.
“Astaga, ngelamunin apa sih tadi, huh” batin Shila.
“Kenapa Bun, sini masuk sini” sapa Shila hangat sambil mencium pipi Bundanya.
“Gimana tadi sayang MOS-nya?” tanya Bunda Sari
“Shila dihukum bun, nyebelin banget.” Keluh Shila
“Lho kenapa kok dihukum? Kamu bandel sih, dasar” ejek Bunda sambil mencubit pipi tembam putrinya.
“Enggak gitu bun, tadi aku lagi ngeliatin kakak kelas hehehe orangnya kayaknya nakal sih bun, tapi aku tertarik sama matanya.”
“kenapa sih matanya Shil? Dia mesti bule ya?”
“enggak bun, dia jawa kayak kita, matanya tapi coklat banget. Tapi aku lihat kayaknya dia ada keturunan arabnya deh.”
“aneh-aneh aja kamu tuh, ya sudah tidur gih. Sudah malem, besok kamu gak bisa bangun pagi lho, katanya suruh bawa bekal” kata Bunda
“oh iya, Shila hampir lupa! Oke bun, matiin ya lampunya. Malem bunda.” kata Shila sambil tersenyum.
“malem sayang”
<3
Setelah seminggu mengikuti MOS, akhirnya Shila resmi menjadi murid SMA BHAKTI PERTIWI. Shila bukan murid yang pandai, tapi ia aktif diberbagai organisasi. Ia bertemu dengan beberapa kakak kelas yang menurutnya ‘lumayan’ dan sudah sempat berpacaran dengan salah satu dari mereka, termasuk Adi, pacarnya sekarang yang dulu pernah ia lamunkan saat MOS.
Adi merupakan kakak kelas Shila kelas 12. Mereka sudah kenal sejak SMP tetapi mereka belum mempunyai perasaan apapun. Setelah Shila menjadi siswa BP akhirnya mereka jadian di awal tahun ajaran.
<3
Hari itu Shila sedang menunggu Adi  pulang dari kursus bahasa seperti biasanya sambil memainkan blackberry-nya.
“Mana sih Adi lama banget ah..” batin Shila.
Shila sudah menunggu hampir satu jam didepan sekolah. Tak seperti biasanya, kali ini Adi molor lebih dari setengah jam.
“Hei bocah gendut! Ngelamun aja kamu” sapa Adi yang bermaksut mengagetkan pacarnya.
“Apaan sih, aku udah nunggu lama banget nih, kemana aja sih kamu?” keluh Shila sambil cemberut.
“Tadi jalannya macet sayang, maaf  ya? Hehehe”
“Udah yuk pulang aja, capek tau nunggu kamu sejam!”
“Yah jangan ngambek dong, beli susu yuk yang”
“Terserah, ayolah pulang sayaaangg” rajuk Shila.
“Iya genduutku” ucap Adi sambil mencium pipi pacarnya tanpa sepengetahuan Shila.
<3
Setelah sampai dirumah, Shila langsung mandi. Ia merasa sangat gerah dan ingin segera istirahat dikamar.
            Setelah mandi ia mengecek bbm-nya. Ternyata Adi belum mengirim pesan kepadanya, tanpa pikir panjang Shila langsung nge-bbm Adi.

     Dut, lagi ngapain kamu? Udah mandi belom? Tadi gimana kursusmu? Udah diajarin sampe apa?

Beberapa menit kemudian, blackberry Shila berbunyi.

     Halo sayang, lagi abis mandi nih. Tadi aku diajarin sampe kata benda cowok cewek, taukan kalo bahasa perancis sama jerman ada begituannya juga hehe :D ich lieben dich ayang

Mereka chattingan sampai mereka berdua tertidur sendiri-sendiri.
<3
            Sehari-hari saat Shila sekolah, Adi yang sudah selesai ujian akhir juga bersekolah. Ia sekolah bahasa lebih tepatnya. Adi sekolah bahasa jerman untuk mempersiapkan kemantapan berbahasanya saat kuliah tahun depan.
            Adi berencana melanjutkan sekolah di salah satu universitas di Jerman. Ia mengambil jurusan bisnis informatika. Sebenarnya Adi ingin pergi kuliah di Paris, tetapi mamahnya melarangnya.
            Jangan fikir Shila rela-rela aja ditinggal ke Jerman. Ia butuh paling tidak seminggu setelah diberitahu Adi untuk merelakan pacarnya itu. Shila sayang Adi dan begitupun sebaliknya, itu yang membuat Shila percaya dan rela terhadap pacarnya untuk melanjutkan perjalanan menuju cita-citanya.
            Bisa dibilang mereka berdua merupakan pasangan yang romantis. Ibarat perangko dan amplop mereka berdua nempel terus. Orang tua Shila dan Adi pun sudah merestui hubungan mereka. Yah istilahnya tinggal dinikahin aja kata teman-teman Shila yang bermaksud mengejeknya.
<3
            Saat-saat yang ditunggu pun tiba, hari ini dua hari setelah perayaan setahun pacaran, Adi pamit ke Shila untuk berangkat ke ruang deportasi karena pesawat yang akan membawanya ke Jerman akan take off pukul 10.00. Shila yang seharusnya sekolah otomatis membolos demi mengantar dan melihat pacarnya untuk terakhir kali.
“Di, jangan nakal ya disana, jujur aku belum siap.” Rengek Shila
“Uh jangan nangis dong sayang, kemarin kamu biasa aja, kemarin katanya kamu rela aku tinggalin. Besok abis lulus kamu nyusul kesana, aku bakal siapin keperluan kamu disana, kalo bisa kamu satu universitas sama aku, ya?” jawab Adi sambil menahan haru.
“Insyallah ya dut, aku ngeliat kemampuanku dulu aja. Jangan lupain aku, kan kita beda jam. Ah, aku sedih..” kata Shila sambil menangis.
“Nggak bakal lupa kok, aku bakal bbm kamu terus. Dimanapun kita berdua, kalo kita sering komunikasi kita bakal ngerasa deket. Aku bakal pulang tiap lebaran. Aku pamit ya sayang, udah dipanggil sama mbak-mbaknya tuh” ucap Adi sambil mengecup kening pacarnya.
“mah, pah, aku berangkat dulu ya, minta doa restunya” pamit Adi sambil memeluk keluarganya.
“hati-hati ya Di, sering-sering kabari kita semua” kata Papah Adi.
“Iya, pasti pah. Dah dulu ya semua. Sayang, aku berangkat dulu”
<3
            Lambaian Adi di bandara merupakan kali terakhir dalam dua tahun ke depan dalam kehidupan Shila untuk bertatap muka langsung dengan Adi.
            Janji Adi untuk berkomunikasi intens dengan Shila memang terpenuhi. Intens dalam hal ini merupakan berkomunikasi 30 menit sekali dalam 12 jam. Shila harus rela tidur malam dan Adi harus rela bangun pagi demi berkomunikasi dengan pacarnya. Selain bbm, Adi juga mengirim beberapa ‘diary’ sehari-hari saat menempuh kuliah di negeri antah berantah itu.
<3
            2 tahun sudah Shila menjalani kesendiriannya di Indonesia. 3 tahun sudah hubungan Shila dan Adi berjalan. Akhir-akhir ini Shila disibukkan Ujian akhir. Sebagai siswa kelas 12, Shila memang sibuk menyiapkan keperluan untuk pendidikan lanjutan. Ia masih bimbang, ingin meneruskan kuliah dimana.
Sebagai murid yang pandai dan sudah mengantongi beberapa piagam, Shila sebenarnya tinggal memilih beberapa PTN di Indonesia, tetapi ia ingin sekali menyusul kekasihnya di Eropa. Setelah menetapkan hati dan tabungannya selama ini, ia mendaftar di sebuah universitas di Paris. Ia terdaftar dari 100 orang yang berhasil lolos kuliah di kota mode tersebut.
            Tak lupa Shila juga memberi kabar ke Adi kalau dia diterima di Paris. Walaupun tidak satu negara dengan Shila, Adi cukup senang karena jarak Jerman ke Paris tidak terlalu jauh. Kalau menggunakan kereta hanya ditempuh 6 jam perjalanan. Lagipula, jadwal kuliah Adi saat ini tidak terlalu sibuk sehingga ia bisa sering main ke negara Shila.
            Cinta mereka yang tadinya terpisahkan oleh benua dan samudra akhirnya dapat bersatu kembali. Selesai kuliah Adi dan Shila melangsungkan pernikahan di 8 tahun perjalanan pacaran mereka berdua. Mereka melangsungkan akad nikah di Indonesia dan berbulan madu di Korea Selatan. Mereka berdua hidup bahagia selama-lamanya.”
“Nah, sayang, begitulah kisah Mamah sama Papah dulu dari pertama bertemu sampai sekarang dan akhirnya punya kamu.” tutup Shila yang sedang bercerita terhadap Autumn, putrinya. “Sekarang, Autumn bobo ya sayang, udah malem besok kamu gak bisa bangun lho. Besok kita piknik ke pantai ya sayang, papah diajak ya besok.” Kata Shila sambil tersenyum dan mengelus rambut panjang Autumn.
“Iya mah, dadah mamah, good night.” Ucap putri kecil Shila sambil menutup dadanya dengan selimut bergambar Hello Kitty.
“Nice dream darling” kata Shila sambil mengecup kening putri tercintanya sembari menutup pintu kamar Autumn.
“Autumn udah tidur sayang?” kata Adi.
“Sudah dong, aku tadi habis cerita tentang kita dulu, dipersingkat sih soalnya tau sendiri Autumn baru second grade jadi belum ngerti kali ya hehehe” cerita Shila panjang lebar.
“iya deh, haduh gak kerasa ya Yang udah 12 tahun kita berhubungan, semoga sampe kita bisa membesarkan Autumn dengan baik ya. Aku sayang kamu.” Ucap Adi seraya mengecup kening dan memeluk istrinya.
“amin.” Jawab Shila sambil tersenyum.
END

Beberapa Email Adi semasa kuliah:
“Tuhan, kalau kelak aku lupa atau bahkan enggak bisa bilang sesuatu ke dia, aku mohon dengan sangat Engkau bisa menyampaikan padanya tentang kegalauan hati disaat aku harus ninggalin dia buat kuliah sementara waktu.”
“Kasih, terima kasih karna kau telah menjadi aspirin disaat aku sedang pusing, menjadi penenang disaat terguncang. Dan bagiku, kau bukan sekedar pelengkap atau pemanis dalam hidupku, lebih, lebih dari itu, kau kekal dalam hati ini. Dulu sebelum aku berangkat, aku telah mengambil separuh hatimu tuk ditukar separuh hatiku, agar disini aku tetap merasa kau ada, dan begitupun sebaliknya.”
“Kasih, apa kabarmu disana? Ingin aku menghubungimu saat ini, ingin kumendengar suara khasmu, ingin aku memelukmu, namun mengapa begitu sulit! Karna selain jarak, kini sinyal pun berkomplot tuk menguji kita. Tapi kupercaya, kau baik-baik saja disana, dan kau tetap dan pasti merindukanku. Semua begitu jelas kurasa dari sepotong hati yang kucuri darimu :D”
“Kasih, semua pesan yang kudapat darimu semakin  lama semakin membuat aku rindu padamu. Sekali lagi, separuh hatimu telah memberitahuku. Namun kasih, saat ini aku tidak bisa membalas pesanmu itu. Dibalik kesedihan ini, kuhanya mampu meneteskan air mata dengan harapan kau pun juga merasakan apa yang ku rasakan.”
“Sayang, mungkin sebuah kado dihari ulang tahunmu mampu mengobati rindu dan amarahmu selama aku tidak membalas pesanmu. Aku hanya bisa berharap tahun ini aku bisa pulang dan bertemu kamu, aku rindu padamu.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar