““Hei kamu! Iya
kamu MARMUT! Kenapa kamu melamun?! Nggak dengerin intruksi dari kita? Mau kita
hukum?” bentak seorang kakak pengurus MOS.
“Maaf kak, aku nggak bakal ngulangi
lagi, janji deh” kata Shila sambil mengacungkan telunjuk dan jari tengah tanda
meminta damai.
“Oke oke, sekarang kamu kembali ke kelas sana! Tapi sebelum kembali ke
kelas, muter lapangan 5x! Cepet!!”
“Astaga, okelah kak”
“Shila, Shil, buka pintunya dong sayang?” bujuk Sari,
Bunda Shila.
“Oh iya Bun, bentaran.” Kata Shila sambil berjalan
menuju pintu.
“Astaga, ngelamunin apa sih tadi, huh” batin
Shila.
“Kenapa Bun, sini masuk sini” sapa Shila hangat sambil
mencium pipi Bundanya.
“Gimana tadi sayang MOS-nya?” tanya Bunda Sari
“Shila dihukum bun, nyebelin banget.” Keluh Shila
“Lho kenapa kok dihukum? Kamu bandel sih, dasar” ejek
Bunda sambil mencubit pipi tembam putrinya.
“Enggak gitu bun, tadi aku lagi ngeliatin kakak kelas
hehehe orangnya kayaknya nakal sih bun, tapi aku tertarik sama matanya.”
“kenapa sih matanya Shil? Dia mesti bule ya?”
“enggak bun, dia jawa kayak kita, matanya tapi coklat
banget. Tapi aku lihat kayaknya dia ada keturunan arabnya deh.”
“aneh-aneh aja kamu tuh, ya sudah tidur gih. Sudah
malem, besok kamu gak bisa bangun pagi lho, katanya suruh bawa bekal” kata
Bunda
“oh iya, Shila hampir lupa! Oke bun, matiin ya
lampunya. Malem bunda.” kata Shila sambil tersenyum.
“malem sayang”
<3
Setelah seminggu mengikuti MOS, akhirnya Shila resmi
menjadi murid SMA BHAKTI PERTIWI. Shila bukan murid yang pandai, tapi ia aktif
diberbagai organisasi. Ia bertemu dengan beberapa kakak kelas yang menurutnya
‘lumayan’ dan sudah sempat berpacaran dengan salah satu dari mereka, termasuk Adi,
pacarnya sekarang yang dulu pernah ia lamunkan saat MOS.
Adi merupakan
kakak kelas Shila kelas 12. Mereka sudah kenal sejak SMP tetapi mereka belum
mempunyai perasaan apapun. Setelah Shila menjadi siswa BP akhirnya mereka
jadian di awal tahun ajaran.
<3
Hari itu Shila
sedang menunggu Adi pulang dari kursus
bahasa seperti biasanya sambil memainkan blackberry-nya.
“Mana sih Adi lama banget ah..” batin Shila.
Shila sudah
menunggu hampir satu jam didepan sekolah. Tak seperti biasanya, kali ini Adi
molor lebih dari setengah jam.
“Hei bocah gendut! Ngelamun aja kamu” sapa Adi yang
bermaksut mengagetkan pacarnya.
“Apaan sih, aku udah nunggu lama banget nih, kemana
aja sih kamu?” keluh Shila sambil cemberut.
“Tadi jalannya macet sayang, maaf ya? Hehehe”
“Udah yuk pulang aja, capek tau nunggu kamu sejam!”
“Yah jangan ngambek dong, beli susu yuk yang”
“Terserah, ayolah pulang sayaaangg” rajuk Shila.
“Iya genduutku” ucap Adi sambil mencium pipi pacarnya
tanpa sepengetahuan Shila.
<3
Setelah sampai
dirumah, Shila langsung mandi. Ia merasa sangat gerah dan ingin segera
istirahat dikamar.
Setelah
mandi ia mengecek bbm-nya. Ternyata Adi belum mengirim pesan kepadanya, tanpa
pikir panjang Shila langsung nge-bbm Adi.
Dut, lagi ngapain kamu? Udah mandi belom?
Tadi gimana kursusmu? Udah diajarin sampe apa?
Beberapa menit
kemudian, blackberry Shila berbunyi.
Halo sayang, lagi abis mandi nih. Tadi aku
diajarin sampe kata benda cowok cewek, taukan kalo bahasa perancis sama jerman
ada begituannya juga hehe :D ich lieben dich ayang
Mereka chattingan
sampai mereka berdua tertidur sendiri-sendiri.
<3
Sehari-hari
saat Shila sekolah, Adi yang sudah selesai ujian akhir juga bersekolah. Ia
sekolah bahasa lebih tepatnya. Adi sekolah bahasa jerman untuk mempersiapkan
kemantapan berbahasanya saat kuliah tahun depan.
Adi
berencana melanjutkan sekolah di salah satu universitas di Jerman. Ia mengambil
jurusan bisnis informatika. Sebenarnya Adi ingin pergi kuliah di Paris, tetapi
mamahnya melarangnya.
Jangan
fikir Shila rela-rela aja ditinggal ke Jerman. Ia butuh paling tidak seminggu
setelah diberitahu Adi untuk merelakan pacarnya itu. Shila sayang Adi dan
begitupun sebaliknya, itu yang membuat Shila percaya dan rela terhadap pacarnya
untuk melanjutkan perjalanan menuju cita-citanya.
Bisa
dibilang mereka berdua merupakan pasangan yang romantis. Ibarat perangko dan
amplop mereka berdua nempel terus. Orang tua Shila dan Adi pun sudah merestui
hubungan mereka. Yah istilahnya tinggal dinikahin aja kata teman-teman Shila
yang bermaksud mengejeknya.
<3
Saat-saat
yang ditunggu pun tiba, hari ini dua hari setelah perayaan setahun pacaran, Adi
pamit ke Shila untuk berangkat ke ruang deportasi karena pesawat yang akan
membawanya ke Jerman akan take off pukul 10.00. Shila yang seharusnya sekolah
otomatis membolos demi mengantar dan melihat pacarnya untuk terakhir kali.
“Di, jangan nakal ya disana, jujur aku belum siap.”
Rengek Shila
“Uh jangan nangis dong sayang, kemarin kamu biasa aja,
kemarin katanya kamu rela aku tinggalin. Besok abis lulus kamu nyusul kesana,
aku bakal siapin keperluan kamu disana, kalo bisa kamu satu universitas sama
aku, ya?” jawab Adi sambil menahan haru.
“Insyallah ya dut, aku ngeliat kemampuanku dulu aja.
Jangan lupain aku, kan kita beda jam. Ah, aku sedih..” kata Shila sambil
menangis.
“Nggak bakal lupa kok, aku bakal bbm kamu terus.
Dimanapun kita berdua, kalo kita sering komunikasi kita bakal ngerasa deket.
Aku bakal pulang tiap lebaran. Aku pamit ya sayang, udah dipanggil sama
mbak-mbaknya tuh” ucap Adi sambil mengecup kening pacarnya.
“mah, pah, aku berangkat dulu ya, minta doa restunya”
pamit Adi sambil memeluk keluarganya.
“hati-hati ya Di, sering-sering kabari kita semua”
kata Papah Adi.
“Iya, pasti pah. Dah dulu ya semua. Sayang, aku
berangkat dulu”
<3
Lambaian
Adi di bandara merupakan kali terakhir dalam dua tahun ke depan dalam kehidupan
Shila untuk bertatap muka langsung dengan Adi.
Janji
Adi untuk berkomunikasi intens dengan Shila memang terpenuhi. Intens dalam hal
ini merupakan berkomunikasi 30 menit sekali dalam 12 jam. Shila harus rela
tidur malam dan Adi harus rela bangun pagi demi berkomunikasi dengan pacarnya.
Selain bbm, Adi juga mengirim beberapa ‘diary’ sehari-hari saat menempuh kuliah
di negeri antah berantah itu.
<3
2
tahun sudah Shila menjalani kesendiriannya di Indonesia. 3 tahun sudah hubungan
Shila dan Adi berjalan. Akhir-akhir ini Shila disibukkan Ujian akhir. Sebagai
siswa kelas 12, Shila memang sibuk menyiapkan keperluan untuk pendidikan
lanjutan. Ia masih bimbang, ingin meneruskan kuliah dimana.
Sebagai murid
yang pandai dan sudah mengantongi beberapa piagam, Shila sebenarnya tinggal
memilih beberapa PTN di Indonesia, tetapi ia ingin sekali menyusul kekasihnya
di Eropa. Setelah menetapkan hati dan tabungannya selama ini, ia mendaftar di
sebuah universitas di Paris. Ia terdaftar dari 100 orang yang berhasil lolos
kuliah di kota mode tersebut.
Tak
lupa Shila juga memberi kabar ke Adi kalau dia diterima di Paris. Walaupun
tidak satu negara dengan Shila, Adi cukup senang karena jarak Jerman ke Paris
tidak terlalu jauh. Kalau menggunakan kereta hanya ditempuh 6 jam perjalanan.
Lagipula, jadwal kuliah Adi saat ini tidak terlalu sibuk sehingga ia bisa
sering main ke negara Shila.
Cinta
mereka yang tadinya terpisahkan oleh benua dan samudra akhirnya dapat bersatu
kembali. Selesai kuliah Adi dan Shila melangsungkan pernikahan di 8 tahun
perjalanan pacaran mereka berdua. Mereka melangsungkan akad nikah di Indonesia
dan berbulan madu di Korea Selatan. Mereka berdua hidup bahagia selama-lamanya.”
“Nah, sayang, begitulah kisah Mamah sama Papah dulu
dari pertama bertemu sampai sekarang dan akhirnya punya kamu.” tutup Shila yang
sedang bercerita terhadap Autumn, putrinya. “Sekarang, Autumn bobo ya sayang,
udah malem besok kamu gak bisa bangun lho. Besok kita piknik ke pantai ya
sayang, papah diajak ya besok.” Kata Shila sambil tersenyum dan mengelus rambut
panjang Autumn.
“Iya mah, dadah mamah, good night.” Ucap putri kecil
Shila sambil menutup dadanya dengan selimut bergambar Hello Kitty.
“Nice dream darling” kata Shila sambil mengecup kening
putri tercintanya sembari menutup pintu kamar Autumn.
“Autumn udah tidur sayang?” kata Adi.
“Sudah dong, aku tadi habis cerita tentang kita dulu,
dipersingkat sih soalnya tau sendiri Autumn baru second grade jadi belum ngerti
kali ya hehehe” cerita Shila panjang lebar.
“iya deh, haduh gak kerasa ya Yang udah 12 tahun kita
berhubungan, semoga sampe kita bisa membesarkan Autumn dengan baik ya. Aku
sayang kamu.” Ucap Adi seraya mengecup kening dan memeluk istrinya.
“amin.” Jawab Shila sambil tersenyum.
END
Beberapa Email Adi semasa kuliah:
“Tuhan, kalau kelak aku lupa atau bahkan enggak bisa
bilang sesuatu ke dia, aku mohon dengan sangat Engkau bisa menyampaikan padanya
tentang kegalauan hati disaat aku harus ninggalin dia buat kuliah sementara
waktu.”
“Kasih, terima kasih karna kau telah menjadi aspirin
disaat aku sedang pusing, menjadi penenang disaat terguncang. Dan bagiku, kau
bukan sekedar pelengkap atau pemanis dalam hidupku, lebih, lebih dari itu, kau
kekal dalam hati ini. Dulu sebelum aku berangkat, aku telah mengambil separuh
hatimu tuk ditukar separuh hatiku, agar disini aku tetap merasa kau ada, dan
begitupun sebaliknya.”
“Kasih, apa kabarmu disana? Ingin aku menghubungimu
saat ini, ingin kumendengar suara khasmu, ingin aku memelukmu, namun mengapa
begitu sulit! Karna selain jarak, kini sinyal pun berkomplot tuk menguji kita.
Tapi kupercaya, kau baik-baik saja disana, dan kau tetap dan pasti
merindukanku. Semua begitu jelas kurasa dari sepotong hati yang kucuri darimu
:D”
“Kasih, semua pesan yang kudapat darimu semakin lama semakin membuat aku rindu padamu. Sekali
lagi, separuh hatimu telah memberitahuku. Namun kasih, saat ini aku tidak bisa
membalas pesanmu itu. Dibalik kesedihan ini, kuhanya mampu meneteskan air mata
dengan harapan kau pun juga merasakan apa yang ku rasakan.”
“Sayang, mungkin sebuah kado dihari ulang tahunmu
mampu mengobati rindu dan amarahmu selama aku tidak membalas pesanmu. Aku hanya
bisa berharap tahun ini aku bisa pulang dan bertemu kamu, aku rindu padamu.”